Senin, 05 September 2016


             WAYANG KULIT

Berbaur dengan hinggar cahaya...
Berpadu dalam suka cita..
Berlenggak lenggok dalam tangan manusia....
Berpose ria layaknya duta...
Berwatak penuh sandiwara...
Terhanyut dalam canda tawa...
Diiringi alunana musik jawa...

Gamelan membawa gema disetiap cerita...
Bagai bioskop tapi tak sama...
Terhipnotis hingga malam gulita...
Meski bola mata tak tertahan..
Hanya rembulan bagai penjaga...
Sedikit penonton yang tersisa...

Wayang...
Berdiri dalam genggaman seorang dalang...
Didampingi bidadari menawan...
Berlakon hingga hilang tak berjejak...
Hampir pudar tertandingi budaya asing..
Perpaling wajah dari anak muda..
Menghilang dari budaya...

Wayang..
Menghiasi warna cakrawala..
Berpoles dengan perkasa...
Berpiawai dengan kata..
Berdialog dengan bijaksana...
Terekam dalam jiwa...

Bya kautsar.....

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

puisi

''Sepucuk surat" karya kautsar tak usah bermuram... jika akhirnya memang harus bepisah... tak usah berteriak jika......