Minggu, 09 Oktober 2016


"Suasana di bumi perkemahan''
.
Berangkat membawa doa...
Merias dengan ceria...
Saling berpadu kumpul bersama..
Jauh dari keluarga tercinta...

Tenda mulai terparkir dimana-mana...
Bersiap apa yang akan diperintahkan...
Lelah letih tuk hadapi semua...
Kami hadapi dengan gembira...

Kini siang berganti malam...
Dingin mulai menusuk kami semua...
Terobati dengan hangat api unggun...
Dibawah sinar rembulan...
Terhibur dengan berbagai acara...

Kini mentari datang menyapa...
Embun pagi merayap di rerumputan...
Beraktivitas seperti biasa...
Semuanya akan jadi kenangan...
Di bumi perkemahan...

Minggu, 18 September 2016

""Hijarah Cinta""
.
Saat hidup terperangkap dalam kegelapan...
Hanya terbawa oleh nafsu syetan...
Tak ada arah dan tujuan...
Hanya tersakiti oleh harapan...
.
Kini cinta-Nya telah hadir...
Menyadarkan dari Cinta buta yang melalaikan...
Memberikan tangan-Nya untuk kembali kepada-Nya
Menarik dari jurang kesesatan...
Memberi jalan dibalik harapan...
.
Hijrah ku bersama-Nya...
Mencintai-Nya dalam ketaqwaan...
Hanya berharap kepada-nya...
Tak kan membuat hati kecewa...
.
Kini jiwaku berbalut kesucian..
Terus melangkah meraih keridhoan-Nya...
Hingga sang maha Cinta menyatukan dua insan yang terpisah ...
Dengan Cinta yang halal...
.
.
.
Karya kautsar


Kamis, 15 September 2016

~~Bintang yang redup~~
kala dunia tak lagi memandang...
Diri bagai sampah terbuang...
Diri bagai lentera yang usang...
Bintang pun tak lagi memancarkan sinarnya...
Bintang ku mulai redup...
Tapi selagi nafas masih berhembus...
Selagi jantung ini masih berdetak...
Selagi tubuh ini masih bisa bergerak...
Dan dari sang pencipta masih memberikan kesempatan...
Tak ada Lagi rasa takut untuk melangkah...
Tak ada lagi putus asa untuk menggapai citaku...
Tak ada ragu meski selaksa mencaci ku...
Sampai dunia kembali memandang ku...
Hingga bintang ku kembali bersinar...

Senin, 05 September 2016


             WAYANG KULIT

Berbaur dengan hinggar cahaya...
Berpadu dalam suka cita..
Berlenggak lenggok dalam tangan manusia....
Berpose ria layaknya duta...
Berwatak penuh sandiwara...
Terhanyut dalam canda tawa...
Diiringi alunana musik jawa...

Gamelan membawa gema disetiap cerita...
Bagai bioskop tapi tak sama...
Terhipnotis hingga malam gulita...
Meski bola mata tak tertahan..
Hanya rembulan bagai penjaga...
Sedikit penonton yang tersisa...

Wayang...
Berdiri dalam genggaman seorang dalang...
Didampingi bidadari menawan...
Berlakon hingga hilang tak berjejak...
Hampir pudar tertandingi budaya asing..
Perpaling wajah dari anak muda..
Menghilang dari budaya...

Wayang..
Menghiasi warna cakrawala..
Berpoles dengan perkasa...
Berpiawai dengan kata..
Berdialog dengan bijaksana...
Terekam dalam jiwa...

Bya kautsar.....

Kamis, 18 Agustus 2016


...cinta tersembunyi...
.
Kala hati mulai tertambat ...
Rasa debar dihati tak terarah...
Hati selalu berbisik kepadanya...
.
Cinta..
Bersembunyi dibalik angan...
Lisan membisu tuk utarakan...
Bertatap dibalik doa...
.
Wahai bintang sampaikan salam rindu ku...
Dia lah cerita baruku...
Penghias lentera kegelapan...
Menyemangati dibalik keterpurukan...
Walau jarak terbentang panjang...
.
Mungkinkah sangkala kan menyatukan...
Di balik indahnya cerita cinta...
Berdawai Nada Nada indah...
Terbuai akan lumuran bahagia...
Tapi cinta ini akan bersembunyi dibalik kalbu...
.
.
Karya by me


Sabtu, 13 Agustus 2016


"""Mutiara Hujan"""

Ketika mentari bersembunyi dibalik gelembung awan...
Gelap mendung mulai menyebar menggantikan permadani biru...
Mulai terdengar suara tajam yang menggelegar...
Pertanda alam mulai menangis...    
                       
Setitik mutiara mulai                     melangkah ke hijau nya bumi...
Membasahi apa yang ditemuinya..
Menyegarkan seluruh alam...
Bagai mutiara yang bertebaran di bumi....

Hujan...
Memberikan cerita tersendiri...
Memberikan kesejukan bagi yang meminta...
Hanya sang ilahi yang menurunkannya...

Suasana baru mulai terpancar setelahnya...
Sebekas airnya membentuk warna warna indah...
Mentari pun mulai datang melambai lambai...
Kini mutiara itu berganti dengan sinar mentari...
.
.
. karya by me


Sabtu, 06 Agustus 2016


Jiwa tertusuk tak hentinya..
Jiwa rapuh terhambur bagai butir debu..
Terkoyak semu tak bermakna...
Menggigil lunglai berselimut manja..
Mata nanar melilhat gelap dunia..
Jiwa hampa tak berkelit..
Menunggu sinar datang menyapa..
Sungguh jiwa tak ada daya..
Otak seakan mati tak berdaya..
Hanya sakit batin yang mengoyak jiwa..
Lidah kelu tak bersandiwara..

Tak ada cinta...
Tak ada mawar merah yang tersimpan didada..
Tak ada tawa...
Tak ada cerita manis disetiap kata..
Tak ada hasrat yang membara..
Semua hilang ditelan luka jiwa..
Dunia hitam tak berwarna....
Waktu seakan berhenti sekita..

Tapi cintaNYA tak hilang..
CintaNYA yang selalu siap mengobati lubang dijiwa..
cintaNYA lembut selembut sutra..
Hanya DIA membuat dunia hitam menjadi pelangi berwarna..

Minggu, 24 Juli 2016



"   Tahajud "
Dikeheningan malam...
Terbangun dengan niat yang membara....
Tak ragu meski mata enggan terjaga..
Masih terdengar nyanyian binatang malam...
Manusia pun masih terlelap dilautan mimpi...
Kini air wudhu membasahi jiwa dan tubuh ku..
Kubentangkan sajadah panjang..
Menuju keridhoannya..
Kekhusyu'an hati untuk berdialog pada sang pencipta...
Kupanjatkan segalanya pada sang ilahi...
Karena Dia lah sang pemilik hati...

Sabtu, 23 Juli 2016

puisi kautsar



                   TERLUKA

  Buah karya:kautsar

Senja mulai mengintip...
Menyissakan sinar jingga..
Sang burung datang dengan tertib..
Bulatan kuning terpancar di alam raya..

Dalam hitungan detik...
Terbentang hamparan hitam seakan menutupi mentari..
Terisi didalamnya bintang bintang yang cantik..
Hewan malam pun datang tuk bernyanyi..

Hanya malam yang kuiisi..
Hanya sepi yang kunikmati..
Hanya kedamaian yang terpatri..
Hanya luka mendalam dihati...
Lubang hitam tak dapat diobati..

Angin malam mulai menjerit..
Menjerit bersama dengan janji palsu..
Begitu sesak seakan terlilit..
Tersapu dengan binar rindu..
Hati kaku tak ada yang tau..

Senja..
Malam..
Menjadi cerita yang pilu..
Menjadi cerita yang sendu..
Yang akan menjadi saksi bisu..

Senin, 29 Februari 2016

Apa Sikap Kita Saat Dilarang Berjilbab di Tempat Kerja?

Apa Sikap Kita Saat Dilarang Berjilbab di Tempat Kerja
Saya yakin, Anda pernah mendengar kasus karyawati yang dilarang menggunakan jilbab atau kerudung di perusahaan tempat mereka bekerja. Atau Anda pernah mengalami? Atau Ada teman atau saudara yang pernah mengalami? Silahkan share artikel ini, mudah-mudahan bisa membantu yang sedang atau pernah mengalami hal ini.
Saya tidak akan membahas dari sisi perusahaan. Sikap saya jelas: ITU SALAH. Jika kebetulan ada perusahaan yang melarang penggunaan jilbab bagi karyawatinya, membaca tulisan ini. Saya katakan, cabut larangan ini. Jilbab bukan sekedar simbol, tetapi kewajibab ibadah bagi SEMUA muslimah. Melarang berjilbab adalah diskriminasi dan melanggar kebebasan beragama.
OK, itu saja. Karena saya ingin fokus membahas bagi siapa pun yang sedang atau pernah mengalami pelarangan ini.

Bagaimana Cara Menyikapi Jika uDilarang Berhijab Di Tempat Kerja

Butuh Keberanian Berdiri Diatas Kebenaran

Memang tidak mudah. Jika kita mau berbicara apa yang seharusnya, maka sikap seharunya adalah lebih mengutamakan perintah Allah ketimbang perintah atasa atau perusahaan. Tentu saja, resikonya adalah dipecat oleh perusahaan. Itu lebih baik dibandingkan dipecat jadi hamba Allah yang shalihah.
“Tapi … ”
Saya memahami, bahwa saat Anda bekerja, artinya memang membutuhkan hasil dari bekerja itu untuk berbagai kebutuhan. Saya memahami itu dan jika Anda sampai diberhentikan bekerja, tentu akan kehilangan penghasilan dari perusahaan itu.
Saya tekankan, “penghasilan dari perusahaan itu”!
Artinya masih ada peluang mendapatkan penghasilan dari perusahaan lain atau dari sumber lain. Karena rezeki Anda bukan dari perusahaan itu, tetapi dari Allah. Dan, Allah bisa memberikan rezeki kepada Anda dengan berbagai cara, tidak harus melalui perusahaan yang justru melarang ibadah.
Yakinlah rezeki itu datang dari Allah, bukan dari seseorang, bukan dari perusahaan tertentu.
Tidak ada satupun makhluk yang hidup di muka bumi ini, kecuali rezekinya ditanggung Allah…” (QS. Hud: 6).
Jika seseorang mayakini al Quran termasuk ayat ini, seharusnya tidak lagi takut kehilangan rezeki gara-gara berhenti bekerja dari perusahaan. Apalagi niat berhenti bekerjanya demi menjalankan perintah Allah.

Mungkin Tidak Akan Mudah

Kita mungkin pernah mendengar atau membaca dimana seorang karyawati menjadi sukses justru setelah dipecat gara-gara mempertahankan menggunakan jilbab. Plus cerita indah lainnya.
Namun, saya tidak akan menjanjikan kepada Anda bahwa setelah berhenti bekerja akan mudah. Yah realitis saja. Anda mungkin akan butuh perjuangan baik mencari kerja baru atau merintis bisnis. Mungkin akan mengalami hari-hari sulit. Itu mungkin saja terjadi.
Tapi yakinlah, bahwa Allah tidak akan menyia-nyiakan perjuangan Anda, tidak akan menyia-nyiakan keshabaran Anda menghadapi kesulitan. Dan Allah mengetahui bahwa Anda mengalami ini semua demi mengharap ridla-Nya. Allah akan membalasnya baik di dunia ini maupun di akhirat kelak.
Dan kita juga yakin, bersama kesulitan ada kemudahan. Yang Anda perlukan adalah terus berjuang dengan ikhlas dan dengan shabar. Balasan pahala in syaa Allah sudah menanti Anda.
Yakinlah akan selalu ada jalan.
Jangan menyerah, Anda sedang berjalan dijalan Allah dan Allah pasti akan menolong kita. Ini ujian dari Allah.

Berbagai Pilihan Setelah Berhenti Bekerja

Apa yang dilakukan setelah berhenti bekerja?
Ada banyak berbagai pilihan:
  • Bisa mencari pekerjaan di tempat lain (bagi yang sudah bersuami, tentu atas izin suami).
  • Bisa memulai merintis bisnis, banyak sekali mulai dari menjahit, membuat kue, bisnis online, MLM syariah, dan berbagai peluang lainnya yang bisa dijalankan di rumah.
  • Menjadi penulis misalnya, mendapatkan pemasukan dari royalti buku.
  • Menjadi tenaga freelance sesuai dengan waktu dan keahlian Anda.
  • Atau fokus saja menjadi seorang istri dan ibu yang baik (bagi ibu rumah tangga) dan do’akan agar suami lebih sukses lagi.
Silahkan pilih, jika dikembangkan dari kelima poin diatas akan sangat banyak sekali pilihan yang bisa kita lakukan.
Tentu saja, bagi wanita yang sudah bersuami, silahkan diskusikan dengan suami apa yang sebaiknya dilakukan. Saran saya, jika seandainya penghasilan suami sudah mencukupi, pilihkan poin yang kelima yaitu menjadi istri dan ibu yang baik.

Saat Menghadapi Situasi Dilematis

Setiap umat memiliki ujian. Dan ujian terbesar bagi umatku adalah harta.” (HR. Ahmad, Tirmidzi, dan dishahihkan al-Albani).
Mungkin saja, seseorang menghadapi kondisi dilematis. Jika dia bekerja, dia berdosa karena membuka aurat. Sementara jika dia berhenti bekerja, ada masalah besar yang dihadapi.
Apakah karena beratnya resiko, masih boleh bekerja meski harus melepas jilbab? Alasannya keterpaksaan?
Jika Anda bertanya kepada saya, itu kurang tepat karena saya hanyalah seorang motivator bukan seorang ustadz apalagi ulama. Jadi silahkan hubungi ulama yang terpercaya untuk menanyakan masalah hukum. Silahkan bertanya kepada ulama, jawabannya mungkin berbeda karena setiap kondisi masing-masing berbeda.
Anggaplah misalnya karena benar-benar sangat terpaksa Anda tetap bekerja tanpa berjilbab (menurut ulama ya, bukan hawa nafsu sendiri). Jangan jadikan ini keterusan. Artinya harus ada upaya secepat mungkin agar kondisi seperti berakhir.
Carilah solusi, pikirkan, renungkan, dan mohon petunjuk dari Allah agar Anda bisa mengatasi masalah ini secepatnya. Agar masalah Anda tetap bisa diatasi DAN Anda tetap bisa menjalankan perintah Allah (menutup aurat).
Perlu keseriusan berpikir dan berusaha keras untuk mendapatkan solusi. Termasuk membutuhkan ilmunya cara mengatasi masalah. Yakinlah, solusi itu akan datang.

puisi

''Sepucuk surat" karya kautsar tak usah bermuram... jika akhirnya memang harus bepisah... tak usah berteriak jika......