Minggu, 02 April 2017

puisi

''Sepucuk surat"
karya kautsar

tak usah bermuram...
jika akhirnya memang harus bepisah...
tak usah berteriak jika...
jika kelembutanmu juga dapat terdengar..

tak usah berharap lebih..
 jika hanya berakhir kekecewaan..
jangan kau genggam erat cintamu..
jika sudah tak tertanam kepercayaan..

tak usah terlalu sayang..
jika akhirnya kau goreskan luka..
tak usah hadiahkan janji manis..
jika semuanya hanyalah kepalsuan..

tak usah bersuara..
jika ucapanmu semuanya tak berarti..
tak usah bersombong diri..
jika hidupmu penuh drama..
tak usah kau baca tuisan ini..
jika tak bermakna dihatimu

Selasa, 28 Maret 2017


"Hujan terakhir"
.
Suara gemuruh terdengar menusuk..
Rintik rintik hujan mengalun riang..
Merambat dalam keterpakuan..
Meninggalkan sebuah cerita...
.
Dibalik deru hujan..
Diri terbujur diruang kosong...
Badan lemah tak berdaya..
Nafas seakan terlilit...
Dunia dimata perlahan gelap..
.
Deras hujan menjadi detik yang pahit...
Tak akan ada pelangi setelah nya...
Menjadi saksi terhentinya sebuah detak..
Kini hujan mengenang dalam genangan...


Minggu, 09 Oktober 2016


"Suasana di bumi perkemahan''
.
Berangkat membawa doa...
Merias dengan ceria...
Saling berpadu kumpul bersama..
Jauh dari keluarga tercinta...

Tenda mulai terparkir dimana-mana...
Bersiap apa yang akan diperintahkan...
Lelah letih tuk hadapi semua...
Kami hadapi dengan gembira...

Kini siang berganti malam...
Dingin mulai menusuk kami semua...
Terobati dengan hangat api unggun...
Dibawah sinar rembulan...
Terhibur dengan berbagai acara...

Kini mentari datang menyapa...
Embun pagi merayap di rerumputan...
Beraktivitas seperti biasa...
Semuanya akan jadi kenangan...
Di bumi perkemahan...

Minggu, 18 September 2016

""Hijarah Cinta""
.
Saat hidup terperangkap dalam kegelapan...
Hanya terbawa oleh nafsu syetan...
Tak ada arah dan tujuan...
Hanya tersakiti oleh harapan...
.
Kini cinta-Nya telah hadir...
Menyadarkan dari Cinta buta yang melalaikan...
Memberikan tangan-Nya untuk kembali kepada-Nya
Menarik dari jurang kesesatan...
Memberi jalan dibalik harapan...
.
Hijrah ku bersama-Nya...
Mencintai-Nya dalam ketaqwaan...
Hanya berharap kepada-nya...
Tak kan membuat hati kecewa...
.
Kini jiwaku berbalut kesucian..
Terus melangkah meraih keridhoan-Nya...
Hingga sang maha Cinta menyatukan dua insan yang terpisah ...
Dengan Cinta yang halal...
.
.
.
Karya kautsar


Kamis, 15 September 2016

~~Bintang yang redup~~
kala dunia tak lagi memandang...
Diri bagai sampah terbuang...
Diri bagai lentera yang usang...
Bintang pun tak lagi memancarkan sinarnya...
Bintang ku mulai redup...
Tapi selagi nafas masih berhembus...
Selagi jantung ini masih berdetak...
Selagi tubuh ini masih bisa bergerak...
Dan dari sang pencipta masih memberikan kesempatan...
Tak ada Lagi rasa takut untuk melangkah...
Tak ada lagi putus asa untuk menggapai citaku...
Tak ada ragu meski selaksa mencaci ku...
Sampai dunia kembali memandang ku...
Hingga bintang ku kembali bersinar...

Senin, 05 September 2016


             WAYANG KULIT

Berbaur dengan hinggar cahaya...
Berpadu dalam suka cita..
Berlenggak lenggok dalam tangan manusia....
Berpose ria layaknya duta...
Berwatak penuh sandiwara...
Terhanyut dalam canda tawa...
Diiringi alunana musik jawa...

Gamelan membawa gema disetiap cerita...
Bagai bioskop tapi tak sama...
Terhipnotis hingga malam gulita...
Meski bola mata tak tertahan..
Hanya rembulan bagai penjaga...
Sedikit penonton yang tersisa...

Wayang...
Berdiri dalam genggaman seorang dalang...
Didampingi bidadari menawan...
Berlakon hingga hilang tak berjejak...
Hampir pudar tertandingi budaya asing..
Perpaling wajah dari anak muda..
Menghilang dari budaya...

Wayang..
Menghiasi warna cakrawala..
Berpoles dengan perkasa...
Berpiawai dengan kata..
Berdialog dengan bijaksana...
Terekam dalam jiwa...

Bya kautsar.....

Kamis, 18 Agustus 2016


...cinta tersembunyi...
.
Kala hati mulai tertambat ...
Rasa debar dihati tak terarah...
Hati selalu berbisik kepadanya...
.
Cinta..
Bersembunyi dibalik angan...
Lisan membisu tuk utarakan...
Bertatap dibalik doa...
.
Wahai bintang sampaikan salam rindu ku...
Dia lah cerita baruku...
Penghias lentera kegelapan...
Menyemangati dibalik keterpurukan...
Walau jarak terbentang panjang...
.
Mungkinkah sangkala kan menyatukan...
Di balik indahnya cerita cinta...
Berdawai Nada Nada indah...
Terbuai akan lumuran bahagia...
Tapi cinta ini akan bersembunyi dibalik kalbu...
.
.
Karya by me


Sabtu, 13 Agustus 2016


"""Mutiara Hujan"""

Ketika mentari bersembunyi dibalik gelembung awan...
Gelap mendung mulai menyebar menggantikan permadani biru...
Mulai terdengar suara tajam yang menggelegar...
Pertanda alam mulai menangis...    
                       
Setitik mutiara mulai                     melangkah ke hijau nya bumi...
Membasahi apa yang ditemuinya..
Menyegarkan seluruh alam...
Bagai mutiara yang bertebaran di bumi....

Hujan...
Memberikan cerita tersendiri...
Memberikan kesejukan bagi yang meminta...
Hanya sang ilahi yang menurunkannya...

Suasana baru mulai terpancar setelahnya...
Sebekas airnya membentuk warna warna indah...
Mentari pun mulai datang melambai lambai...
Kini mutiara itu berganti dengan sinar mentari...
.
.
. karya by me


Sabtu, 06 Agustus 2016


Jiwa tertusuk tak hentinya..
Jiwa rapuh terhambur bagai butir debu..
Terkoyak semu tak bermakna...
Menggigil lunglai berselimut manja..
Mata nanar melilhat gelap dunia..
Jiwa hampa tak berkelit..
Menunggu sinar datang menyapa..
Sungguh jiwa tak ada daya..
Otak seakan mati tak berdaya..
Hanya sakit batin yang mengoyak jiwa..
Lidah kelu tak bersandiwara..

Tak ada cinta...
Tak ada mawar merah yang tersimpan didada..
Tak ada tawa...
Tak ada cerita manis disetiap kata..
Tak ada hasrat yang membara..
Semua hilang ditelan luka jiwa..
Dunia hitam tak berwarna....
Waktu seakan berhenti sekita..

Tapi cintaNYA tak hilang..
CintaNYA yang selalu siap mengobati lubang dijiwa..
cintaNYA lembut selembut sutra..
Hanya DIA membuat dunia hitam menjadi pelangi berwarna..

Minggu, 24 Juli 2016



"   Tahajud "
Dikeheningan malam...
Terbangun dengan niat yang membara....
Tak ragu meski mata enggan terjaga..
Masih terdengar nyanyian binatang malam...
Manusia pun masih terlelap dilautan mimpi...
Kini air wudhu membasahi jiwa dan tubuh ku..
Kubentangkan sajadah panjang..
Menuju keridhoannya..
Kekhusyu'an hati untuk berdialog pada sang pencipta...
Kupanjatkan segalanya pada sang ilahi...
Karena Dia lah sang pemilik hati...

Sabtu, 23 Juli 2016

puisi kautsar



                   TERLUKA

  Buah karya:kautsar

Senja mulai mengintip...
Menyissakan sinar jingga..
Sang burung datang dengan tertib..
Bulatan kuning terpancar di alam raya..

Dalam hitungan detik...
Terbentang hamparan hitam seakan menutupi mentari..
Terisi didalamnya bintang bintang yang cantik..
Hewan malam pun datang tuk bernyanyi..

Hanya malam yang kuiisi..
Hanya sepi yang kunikmati..
Hanya kedamaian yang terpatri..
Hanya luka mendalam dihati...
Lubang hitam tak dapat diobati..

Angin malam mulai menjerit..
Menjerit bersama dengan janji palsu..
Begitu sesak seakan terlilit..
Tersapu dengan binar rindu..
Hati kaku tak ada yang tau..

Senja..
Malam..
Menjadi cerita yang pilu..
Menjadi cerita yang sendu..
Yang akan menjadi saksi bisu..

puisi

''Sepucuk surat" karya kautsar tak usah bermuram... jika akhirnya memang harus bepisah... tak usah berteriak jika......